Sabtu, 19 Juli 2008

Sahabat Sayang

Kata "sahabat" memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun, memiliki makna yang luar biasa bagi hidup kita. Berbicara tentang sahabat tentu saja kita akan membicarakan orang yang selama ini dekat dengan kita, orang yang cukup punya waktu untuk kita, mampu mengayomi kita, dan tentu saja tempat berbagi baik susah maupun senang. Kalau itu yang disebut sahabat, lalu apakah persahabatan itu?

Persabahatan bukan hanya hubungan satu arah yang selalu memberikan hawa sejuk di dalam dahaga kehidupan kita, melainkan sebuah sikap (baik atau buruk) namun masih dalam batas toleransi kita. Persahabatan akan terasa sangat indah apabila kita tahu bahwa persahabatan bukan hanya saatnya meminta sebuah pengertian dan perhatian namun saatnya kita memberi sebuah pengertian dan perhatian. Jadi, pantas sajalah kalau mencari seorang sahabat tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Membutuhkan sebuah proses alam yang kita tidak mengetahui batas waktunya.

Pernah ada yang bertanya pada saya, "Din, lo udah nemuin apa yang namanya sahabat sejati?"

Memang susah untuk menjawab pertanyaan seperti ini. Tetapi, saya sangat setuju dengan pendapat berbagai orang tentang sahabat sejati dapat diuji dengan mendaki gunung. Hha padahal saya bukan anak pencinta alam di sekolah dulu dan saya juga sepertinya tidak akan mengajak sabahat saya untuk mendaki gunung. Hahaha.

Lalu, saya pun menjawab, "Sejati atau tidaknya seorang sahabat itu relatif. Yang jelas saya mempunyai seorang sabahat dan saya yakin masing-masing dari kita sedang menuju proses menjadi seorang sahabat yang sejati."

Dianita Permata Sari a.k.a Tita

Dia memang sahabat saya dan saya yakin Tita mempunyai kriteria seorang sahabat yang sejati
Keyakinan yang saya miliki berdasarkan hari-hari yang kami lalui
Hari-hari kami tidak selamanya indah
Kami banyak mengalami peristiwa yang mempunyai dinamika sendiri
Tetapi, saya selalu ingat kata-kata Tita untuk saya
"Sahabat yang baik pasti selalu ada buat lo. Jangan pernah ragu buat hubungin gw kapan aja kalo lo ada masalah. Benar apa engganya lo, gw pasti ada di posisi lo. Tapi, gw pasti selalu ingetin lo kalo lo salah."
Sampai detik ini, Tita begitu baik terhadap saya
Saya pun berusaha selalu menjadi yang terbaik bagi dia
Seperti yang saya katakan sebelumnya
Sahabat tidak dapat dimiliki dalam sekejap
Begitu pun saya dan Tita
Kita memang sudah kenal sejak kelas 1 SMP
Tetapi, saya baru menyadari bahwa dia adalah sahabat saya
sejak kelas 3 SMA semester pertama
(kurang lebih)
Sebelumnya, kita hanya berteman dekat bahkan biasa saja
Tetapi, waktu menunjukkan semuanya
(terima kasih waktu)
Dan oleh karena itu, Tita begitu indah
Cantik seperti mukanya
Bersih seperti hatinya
dan...
sempurna...
sesempurna persahabatan kita

1 komentar:

immatureRANTI mengatakan...

sahabat itu sama halnya dengan tumbuhan , yang akan mati apabila tidak kita siram :). cinta sahabat tidak akan pernah mati ataupun menghilang.
mengukur kesetiaan seorang sahabat berbedabeda. tidak bisa disamakan!
PERCAYA, JUJUR, SALING MELENGKAPI adalah kunci menjadikan pershabatan yang abadi.